Ingkar
" Ingkar "
Pada suatu hari ada 3 orang sahabat yang selalu bersama dalam suka dan duka persahabatan mereka penuh dengan canda dan tawa. Pada waktu itu Deni berencana belajar kelompok bersama Rendi tetapi Deni lupa kalau dia juga sudah berencana dengan Roy untuk belajar kelompok bersama. Saat itu…
“Woi Rendi, lo besok hari sabtu ada acara gak sama keluarga lo?” tanya Deni sambil memukul bahunya Rendi.
“Gak ada, cuk, gue ada di rumah. Emangnya kenapa?” Jawab Rendi sambil membalas pukulan Rendi di bahunya.
“Gue mau ngajak lo belajar kelompok bareng, lo mau gak?” tanya Deni dengan ketawa kecil.
“Oh ya udah, jam berapa?” jawab Rendi.
“Jam 9 pagi ya soalnya kalau siang guenya mau main futsal jam 2. Nanti ngerjainnya di rumah lo aja entar gue ke rumah lo deh,” jawab Deni.
“Ya udah, nanti nunguin lo deh di rumah gue,” Jawab Rendi sambil melambaikan tangan.
“Oke cuk.” jawab Deni sambil membalas lambaian tangan Rendi.
“Gak ada, cuk, gue ada di rumah. Emangnya kenapa?” Jawab Rendi sambil membalas pukulan Rendi di bahunya.
“Gue mau ngajak lo belajar kelompok bareng, lo mau gak?” tanya Deni dengan ketawa kecil.
“Oh ya udah, jam berapa?” jawab Rendi.
“Jam 9 pagi ya soalnya kalau siang guenya mau main futsal jam 2. Nanti ngerjainnya di rumah lo aja entar gue ke rumah lo deh,” jawab Deni.
“Ya udah, nanti nunguin lo deh di rumah gue,” Jawab Rendi sambil melambaikan tangan.
“Oke cuk.” jawab Deni sambil membalas lambaian tangan Rendi.
Setelah selesai merencanakan pertemuan. Keesokan harinya Rendi menunggu. Deni yang katanya jam 9 sudah tiba di rumahnya tapi sampai sekarang jam 2-an Deni pun belum datang juga, Rendi merasa kesal karena Rendi sudah menunggu terlalu lama. “Yailah ke mana tahu nih, si Deni gue udah nungguin juga lama, janjinya mau datang jam 9.” Jawab Rendi dengan kesal dan marah. Saking keselnya Rendi langsung menghubungi Deni yang sudah membuat Rendi kesal.
Tut.. Tut.. Tut.. “Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk silakan menghubungi beberapa saat lagi.” Suara operator saat menelepon Deni. “Yailah pake sibuk segala lagi bikin gue tambah kesel aja.” jawab Rendi dengan cemberut. Rendi pun mencoba menghubungi Deni kembali sekitar 3 kali baru diangkat oleh Deni.
“Weh lo dimana cuk, gue udah nungguin lo dari tadi,” kata Rendi dengan membentak Deni.
“Eh sorry deh gue lupa ngasih tahu lo kalau sebenernya gue udah janjian duluan buat main futsal sama si Roy sorry ya.” jawab Deni dengan tidak merasa bersalah.
“Eh sorry ya Rendi gue ambil nih si Deni buat kerja kelompok bareng gue.” kata Roy.
“Ahh, ya udah lah kecewa gue sama lo Den makanya lain kali tuh jangan janji sama gue.” Jawab Rendi dengan kesal.
“Sorry ya please gue minta maaaf jangan marah ya sama gue, gue tahu kok gue salah jadi maafin gue ya.” jelas Deni.
“Ya udahlah gue maafin!!!” pungkas Rendi.
“Eh sorry deh gue lupa ngasih tahu lo kalau sebenernya gue udah janjian duluan buat main futsal sama si Roy sorry ya.” jawab Deni dengan tidak merasa bersalah.
“Eh sorry ya Rendi gue ambil nih si Deni buat kerja kelompok bareng gue.” kata Roy.
“Ahh, ya udah lah kecewa gue sama lo Den makanya lain kali tuh jangan janji sama gue.” Jawab Rendi dengan kesal.
“Sorry ya please gue minta maaaf jangan marah ya sama gue, gue tahu kok gue salah jadi maafin gue ya.” jelas Deni.
“Ya udahlah gue maafin!!!” pungkas Rendi.
Selang beberapa hari mereka sempat bermusuhan karena kejadian itu, karena Rendi sangat kecewa atas sikapnya Deni sama Rendi. Tetapi Deni pun meminta maaf kembali dan Rendi pun memaafkannya sekarang mereka kembali menjadi sahabat lagi seperti dahulu. Jangan berjanji sesuatu yang tidak dapat ditepati, pada akhirnya tetap berusaha semampumu hingga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, bila kamu tidak bisa memilikinya kamu harus tetap berusaha, berusaha, dan berusaha untuk bisa memiliki apa yang kamu inginkan.

0 Response to "Ingkar"
Post a Comment