Berpisah Karna Masa Depan

https://cerpenja.blogspot.co.id/

" Berpisah Karna Masa Depan "
Andreja Lumudt (Anak Rese Jahil Tapi Imut) hahahaha. Itu nama golongan atau nama grupku yang terdiri dari Aprillia yaitu aku yang paling pendek, paling jahil, dan cerewet. Mardiana biasa aku panggil ebeh (panggilan sayangku) dia orangnya banyak diam tapi bawel dia juga punya poster tubuh yang tinggi dibanding aku. Intan, dia paling mengerti soal cinta dan pintar buat narik perhatian pria, kelemahannya keripik ubi ungu. Nabila, sama seperti Mardiana yang biasa aku panggil ebeh, Nabila ini orangnya kepo dan berisik sama sepertiku. Kelemahan dia adalah pocong-pocongan, dan jadi bahan candaan hingga menangis karena membuat pocong-pocongan dari kertas.
Suherni, cewek paling bawel di antara aku, Nabila. Kelemahan dia adalah jengkol. Sity biasa dipanggil teteh oleh kawan-kawannya, karena ia paling dewasa di antara kami. Kelemahan ia adalah daun bawang. Rexa, cewek paling sok bijak (maaf Rex) dia juga asyik orangnya tak pernah marah kalau aku ledeki dengan kata-kata yang lumayan kasar. Kami baru menjalin persahabatan karena satu kelas, sebelumnya kami tak seakrab ini. 5 bulan sudah persahabatan kami tak lama lagi kelulusan sekolah telah dekat. Kami masih SMP. Siang ini adalah hari weekend dan kami berjanji untuk liburan bersama dengan Andreja Lumuddt.
Saat sampai di rumah Intan.
“Intan, yang lain udah dateng?” saat sampai di depan rumahnya.
“Belum Prill, baru Herni sama Nabila aja lagi nonton tv,” jawab Intan yang baru saja selesai mandi.
“Halo cs!!” seruku kepada para sahabatku.
“Yah ada si Aprill mah berisik nih.” canda herni.
“Hahaha.. Biasa banget lo, teh Sity sama Mardiana mana?” tanyaku kepada yang lain.
“Lagi di perjalanan,” kata Herni.
“Assalammualaikum,” Rexa datang yang membuat suasana makin rame.
“Waalaikumsalam,” jawabku.
“Eehh lo Rex udah datang,” Intan yang baru saja ke luar dari kamarnya.
“Iya Tan, Sity sama Mardiana mana?” tanyanya.
“Lagi di jalan Rex.” jawab Nabila.
Setelah semuanya kumpul kami langsung menuju tempat tujuan, di perumahan yang tak jauh dari daerah kami. Beberapa minggu kemudian try out akan dimulai, tapi Andreja Lumuttd tak sedikit pun tegang atau apalah itu, kami malah banyak bercanda saat try out akan dimulai dan kebetulan kami satu ruangan. Selesai sudah try out dimulai kami malah langsung pergi ke tempat biasa main, padahal setelah selesai selalu ada pengumuman tapi kami abaikan. Saat sedang di perjalanan kami bertemu dengan teman-teman cowok jadilah kami bermain bersama membuat suasana rame dengan candaan dan tawa. 2 bulan sudah kami akan berpisah kini kami sedang menunggu surat kelulusan, saat surat dibagikan. Hasilnya semua Andreja Limuttd lulus semua, kami langsung berpelukan hingga menangis bahagia sekaligus sedih karena ini adalah perpisahan untuk kami.
“Buat perjanjian! Saat kita berpisah jangan ada pertengkaran apa lagi membuat hubungan persahabatan ini hancur. Jangan lupain kenangan kita. Jangan sombong kalau ketemu di jalan. Komunikasi harus lancar. Intinya jangan lupain Andreja Lumuttdd..” itu janji yang kami buat bersama. Setelah pengambilan surat kelulusan kami langsung berkumpul di tempat biasa kami bermain untuk perpisahan. Saat sampai di lokasi.
“Kalian pada mau nerusin ke mana?” tanyaku kepada yang lain.
“Gue gak nerusin,” kata Mardiana dan Sity.
“Kenapa?” tanya Nabila.
“Biasa faktor ekonomi,” Mardiana.
“Deuuhh mau langsung nikah kali iya,” canda Suherni.
“Hahaha, calonnya udah ada atuh dia mah,” canda Intan.
“Umur belum cukup buat jadi ibu rumah tangga.” Rexa yang langsung ceramah.
“Lo Tan mau ke mana?” tanyaku lagi kepada Intan.
“Gue mau ke bhakti negara. Sama Rexa, Suherni. Lo mau ke mana?” jawab Intan.
“Gue ke SMAN 1 Cikarang timur, mau ke swasta gak boleh?” jawabku tak semangat.
“Gue mau ikut lo Prill,” sambung Nabila.
“Masa kita berpisah gini sih, jenjang SMA kan pasti sibuk, gak ada waktu buat main lagi kayak gini.” aku langsung menghampiri mereka semua.
“Ya intinya kita jangan saling melupakan aja iya,” jawab teteh Sity sambil tersenyum.
“Udah sore, pulang yuk!” Rexa.
Beberapa minggu kemudian kami disibukkan dengan pendaftaran sekolah ke jenjang berikutnya. Kini hanya aku dan Nabila. Intan, Suherni, dan Rexa satu sekolah. Dan yang tak melanjutkan sekolah cuman Mardiana dan Sity. Beberapa bulan kemudian kami sudah tak lagi berkomunikasi karena sibuk dengan urusannya sendiri. Aku hanya bisa merindukan masa-masa SMP dimana saling menakuti kelemahannya masing-masing. Apalagi kalau pulang sekolah, kami selalu berlarian sepanjang jalan karena aku membawa kelemahan Intan, Herni, Sity. Hal di mana aku masih jahilnya, paling cerewet dan bawel. Rexa aja memanggilku dengan sebutan priwitan somplak. Kini aku ingin sekali seperti dulu, saat bermain itu lengkap. Semuanya ada, dan tak ada konflik di persahabatan ini. Hay Andreja Lummudtt kapan bisa bareng lagi kayak dulu. Kangen masa-masa kita yang kanak-kanakan. Itu pesanku untuk para Andreja Lumudttt.

0 Response to "Berpisah Karna Masa Depan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel