Hal Yang Paling Mengerikan Adalah Pengkhianatan
Hal yang paling mengerikan adalah “Pengkhianatan” Senang dan bahagia. Ya, itu benar. Tapi sebenarnya dia takut. Dia berkata sesuatu yang tak dimengerti orang lain. Dia melakukan hal yang mengerikan itu. Suatu pengkhianatan yang besar terhadap kepercayaan yang besar, dia mengkhianati janjinya.
“Aku hanyalah seorang pengkhianat kecil dengan sebuah pengkhianatan yang besar,” kata Maia mengheningkan suasana Kafe yang diramaikan oleh kami siswi-siswi SMA Harapan Bangsa. “Maksudmu May?” tanya Sinta kebingungan. “Iya benar, apa maksudmu May?” tambah Rara yang juga kebingungan.
Aku terdiam dan berpikir sejenak apa maksud kalimat yang diucapkan Maia itu, karena perkataan itu pun turut membingungkanku juga. “Pengkhianatan? Bukankan pengkhianatan itu kejam?” Mereka bertiga memandang ke arahku dengan raut wajah penuh tanya sedangkan Maia tertunduk diam tanpa suara apa pun.
“Pengkhianatan itu bukan perkara gampang, mengkhianati sesuatu hal atau seseorang sangat mengerikan pun memalukan,” tambahku mencoba menjelaskan sedikit tentang pengkhianatan. “Apa yang sudah kamu lakukan Maia? Kamu hanya bergurau saja kan?” tanyaku pada Maia dengan nada cukup keras. Maia mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan lumuran air mata.
“Pengkhianatan itu bukan perkara gampang, mengkhianati sesuatu hal atau seseorang sangat mengerikan pun memalukan,” tambahku mencoba menjelaskan sedikit tentang pengkhianatan. “Apa yang sudah kamu lakukan Maia? Kamu hanya bergurau saja kan?” tanyaku pada Maia dengan nada cukup keras. Maia mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan lumuran air mata.
“Maia kenapa nangis? Jangan nangis May!” bujuk Memi si gadis manja sambil mendekati dan memeluk Maia.
“May kamu tahu aku kan, aku paling nggak suka cewek yang cengeng. Sekarang aku minta kamu jelaskan ke kita semua apa maksud perkataan kamu yang tadi, pengkhianatan apa sudah kamu lakukan? Kamu mengkhianati kami ya?” tanyaku sekali lagi pada Maia dengan nada yang sama.
“Aku telah mengkhianati orang yang penting banget buat aku. Aku mengkhianati kedua orangtuaku, keluarga juga kalian semua. Maafkan aku teman-teman,” jawab Maia dengan air mata terus mengalir di kedua pipinya.
“May kamu tahu aku kan, aku paling nggak suka cewek yang cengeng. Sekarang aku minta kamu jelaskan ke kita semua apa maksud perkataan kamu yang tadi, pengkhianatan apa sudah kamu lakukan? Kamu mengkhianati kami ya?” tanyaku sekali lagi pada Maia dengan nada yang sama.
“Aku telah mengkhianati orang yang penting banget buat aku. Aku mengkhianati kedua orangtuaku, keluarga juga kalian semua. Maafkan aku teman-teman,” jawab Maia dengan air mata terus mengalir di kedua pipinya.
Diam. Itu yang bisa kami lakukan kami benar-benar dibingungkan olah penjelasan Maia. Mengkhianati kedua orangtuanya, orangtua Maia memiliki perusahaan tekstil yang sukses. Kedua orangtuanya terkenal sebagai orang yang baik, murah senyum, dan senang berbagi dengan siapa pun. Pengkhianatan semacam apa yang sudah Maia lakukan, apakah dia mencorengkan nama orangtuanya atau menjual kepercayaan kedua orangtuanya? Pertanyaan ini yang akan aku tanyakan pada Maia.
“May, kita bukan orang lain buat kamu. Kamu punya masalah yang berat ceritakan pada kami, kami adalah sahabat-sahabatmu, dengan segala cara kami pasti akan membantumu,” Bujukku pada Maia dengan mengelus-elus rambut hitam panjangnya. “Teman-teman maafkan aku, aku telah kesalahan yang sangat besar. Akuuu.. Aku hamil,” jelas Maia ditambah tangisannya yang sangat besar membuat penghuni Kafe mamandang ke arah kami.
Apa daya kami berempat hanya bisa terdiam dan melihat sahabat terbaik kami itu dengan tatapan penuh kesedihan. Tak ada satu pun pertanyaan yang kami lemparkan kepada Maia saat itu, kami mendekati Maia kemudian memeluk juga turut menangis bersamanya. Sekarang aku mengerti, ini yang Maia maksudkan dengan pengkhianatan yang besar itu. Benar ini memang pengkhianatan yang besar. Kasihan sahabatku ini. Dia telah mempermalukan orangtua serta keluarganya bahkan kami sebagai sahabatnya pun turut dia permalukan. Hamil di luar nikah memang kesalahan besar dan sangat tidak terpuji. Lalu bagaimana dengan nasib Maia, kami berlima akan berpikir kemudian setelah Maia tenang.
Selesai
Cerpen Karangan: Lany Pono
Facebook: Juliani Pono
Facebook: Juliani Pono

0 Response to "Hal Yang Paling Mengerikan Adalah Pengkhianatan"
Post a Comment