Cinta Monyet

https://cerpenja.blogspot.co.id/

Namaku Dinda, aku sekolah di Almanar tepatnya di Ciwidey, Bandung, Jawa barat. Kisah ini memang menceritakanku, dan terjadi dalam hidupku, lagi pula hanya cinta monyet, karena aku masih kelas 7. Hari itu aku bersama sahabat sejatiku pergi ke kantin dengan maksud membeli makanan. Sahabatku bernama Syahra, Syahra itu memang baik, humoris dan juga pintar dia mendapat juara kedua di kelasnya sementara aku mendapat juara ketiga.
“Din, aku pengen nanya deh siapa sih cowok yang ada di sana?”
“Atau, mungkin murid baru.” Jawabku.
Syahra terus melihat cowok yang ada di sana. Menurutku wajahnya memang tak menarik tapi entah mengapa banyak yang tertarik padanya. Beberapa hari kemudian aku terus melihat dan memerhatikan cowok tersebut. Mungkin saja dia tahu kalau aku suka melihat dan memerhatikannya. Dia semakin caper -cari perhatian. Aku jadi baper -cari perhatian. Semakin berjalannya waktu aku semakin suka dan sangat suka pada cowok itu. Singkat cerita, aku selalu melihat status di sosial media. Beberapa hari kemudian dia menyatakan cinta padaku melalui inbox. Tidak ada yang tahu bahwa aku memang pacar dia, aku juga tidak mau ada yang tahu karena sahabat dekatku yang suka sama cowok itu.
Aku bilang, “Kamu suka yaa sama dia? Sampe caper gitu,”
Dia menjawab, “Heem aku cinta banget sama dia,”
Di belakang, “Sakit woy sakit.”
Beberapa hari kemudian dia tahu bahwa aku pacarnya. Dia bilang, “Kamu pacar dia yah?”
Aku menjawab, “Ya, yaa, iyah,”
“Ihh kamu gitu, aku yang dulu suka sama dia, kamu kok gitu sih, aku cinta sama dia, aku cinta,”
Aku bicara, “Maafin aku Syahra aku nerima dia karena terpaksa, dia terus memaksa aku jadi pacarnya, maafin yah, lagi pula ini cinta monyet kok, kita masih anak-anak yang harusnya belajar, ya kan, ya kan.”
Dia menjawab lagi, “Ya, sih ini hanya cinta monyet, tapi kan aku sayang banget sama dia,”
“Maafin aku Ra, maafin, lagi pula kamu udah punya pacar kan?”
“Ya udahlah aku maafin, oh iya yah aku kan punya pacar, tapi aku sayang sama dia.”
Beberapa hari kemudian dia marah padaku. Aku sih biasa aja cuman itu kan gak baik juga buat aku, tapi aku harus gimana lagi, aku udah terlanjur sayang sama dia. Hatiku bilang, “Jangan ambil kesayangan sahabatmu.” tapi logika juga bilang, “Gak apa-apa lah kamu ambil aja kesayangan sahabatmu lagi pula dia suka kan sama kamu.”
Aku harus gimana?
Cerpen Karangan: Nida Alhaqqi
Facebook: Nida Alhaqqi
Ini merupakan cerita pendek karangan 

0 Response to "Cinta Monyet"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel