Birthday Horror
Pagi hari yang cerah dengan terik panas matahari gadis berambut panjang sebahu dengan nama Elena melangkahkan kakinya menuju kelas. Hari ini adalah hari ulang tahun teman-temannya tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuk Elena. Mungkin mereka lupa pikir Elena. Lain dengan keluarganya, kakaknya membelikan kamera untuk Elena, mamanya membelikan baju baru, dan papanya membelikan celana panjang. Tapi ada kesedihan sendiri bagi Elena, teman-temannya tidak ada yang ingat akan hari ulang tahunnya. Bahkan sahabatnya, Endita pun tidak ingat. Berhari-hari teman-teman Elena tidak peduli. Mereka menganggap seakan-akan Elena tidak ada.
“Endita bolehkah aku meminjam pensilmu?” Tanya Elena pada saat pelajaran matematika. Endita mengacuhkannya dan meninggalkan Elena sendirian. Elena merasa Endita bukan sahabatnya lagi, maka Elena pun tidak pernah bersama Endita. Hari-harinya diisi dengan kesendirian di perpustakaan.
Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 2 April dia hendak ke perpustakaan tetapi perpustakaan dikunci, lalu Elena menunggu mbak Rani penjaga perpustakaan. Dari tangga terdengar suara sepatu melangkah. Ah, pasti itu mbak Rani! Pikir Endita. Ternyata itu bukan mbak Rani melainkan Endita. Elena pura-pura tidak melihatnya. Tapi Elena tidak bisa menyembunyikan rasa pura-puranya, Elena pun melihat Endita memasuki perpustakaan! Pintunya tidak terkunci. Bagaimana bisa? Kok tadi aku buka nggak bisa ya?
Berbagai pertanyaan muncul di dalam benak Elena lalu Elena pun berusaha tenang dan memasuki perpustakaan. Anehnya lagi di perpustakaan itu sudah ada banyak orang. Keanehan terjadi lagi semua orang di perpustakaan sudah tidak ada, Elena baru menyadarinya saat dia mau meminjam buku. Pintu perpustakaan terkunci! Dan lampunya masih nyala. Elena melihat telepon di meja peminjaman buku, ia pun menelepon Bu Dede, guru bahasa Indonesia.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif…”
“Ugh sial!” Umpat Elena.
“Ugh sial!” Umpat Elena.
Lampu perpustakaan yang menyala sekarang nyala-mati nyala-mati hingga berulang kali. Elena melihat ke sudut perpustakaan di sana ada perempuan dengan rambut panjang memakai baju terusan putih. “Aah! Siapa kamu??” Elena sangat takut dia mengira itu adalah hantu. Tiba-tiba pintu perpustakaan terbuka…
“Happy Birthday Elena Tresya!” Semua teman-temannya hadir di sana. Tetapi Endita tidak terlihat. Ternyata Endita adalah gadis berambut panjang memakai baju terusan putih until menakut-nakuti Elena. Kata teman-teman Elena, ulang tahun yang dibuat itu bernama birthday Horror juga April mop.
“Happy Birthday Elena Tresya!” Semua teman-temannya hadir di sana. Tetapi Endita tidak terlihat. Ternyata Endita adalah gadis berambut panjang memakai baju terusan putih until menakut-nakuti Elena. Kata teman-teman Elena, ulang tahun yang dibuat itu bernama birthday Horror juga April mop.
Fara teman Elena menceritakan bahwa yang mengunci perpustakaan pada saat Elena mau masuk itu adalah perbuatan Fara. Yang mengunci perpustakaan saat Elena tidak tahu Dan masih membaca itu adalah perbuatan Gladies. Elena memakan kue ulang tahunnya dan bertanya, “Yang mati-nyalakan lampu hingga berulang kali itu perbuatan siapa?”
Teman-temannya berpandangan dengan heran, lalu Gladies menjawab, “itu bukan dari rencana kami.” Nah, Terus siapa yang mati-nyalakan lampu perpustakaan?
Teman-temannya berpandangan dengan heran, lalu Gladies menjawab, “itu bukan dari rencana kami.” Nah, Terus siapa yang mati-nyalakan lampu perpustakaan?
Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto

0 Response to "Birthday Horror"
Post a Comment